Blog

Dari A ke Z, Mengenal Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Bayangkan ketika kita sedang bersantai di apartemen, menikmati pemandangan kota dari balkon. Tiba-tiba, kepulan asap tebal mulai terlihat dari dapur tetangga. Rasa panik melanda, bagaimana jika api menjalar ke tempat Anda?

Jangan khawatir! Di sinilah peran APAR menjadi pahlawan penyelamat di situasi genting seperti ini.

APAR bagaikan prajurit kecil yang selalu siap siaga. Ia tak hanya mampu memadamkan api kecil, tapi juga memberikan ketenangan dan rasa aman saat menghadapi bahaya kebakaran.

Pada artikel kali ini, kita akan cari tahu mengenai APAR beserta jenis-jenis dan cara menggunakannya. Yuk! cari tahu informasi selengkapnya.

Apa itu APAR?

APAR atau yang dikenal sebagai Alat Pemadam Api Ringan, adalah alat portable yang digunakan untuk memadamkan api kecil pada tahap awal kebakaran. 

APAR sangat penting untuk dimiliki di apartemen, rumah, kantor, dan tempat umum lainnya, karena dapat membantu mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi besar yang membahayakan keselamatan.

Pentingnya Alat Pemadam Api Ringan pada Sebuah Komplek Hunian

Sebuah komplek perumahan atau apartemen, memiliki struktur dinding bangunan yang berdekatan, membuat penyebaran api lebih cepat dan berbahaya. Oleh karena itu, keberadaan APAR di setiap unit apartemen atau perumahan menjadi sangat penting.

Bagaimana APAR dapat melindungi tempat tinggal Anda?

  • Alat pemadam kebakaran ringan ini memungkinkan pemadaman api kecil sebelum berkembang menjadi besar, sehingga meminimalkan kerusakan dan kerugian.
  • APAR dapat membantu melindungi diri dan tetangga dari bahaya kebakaran, memberikan waktu untuk evakuasi sebelum api membesar.
  • Keberadaan alat pemadam api portable yang mudah dibawa dapat membangun rasa aman dan tenang bagi seluruh penghuni.

Jenis-jenis APAR dan Fungsinya

APAR terdiri dari berbagai jenis bahan yang berbeda yang disesuaikan dengan tipe api atau kelas kebakaran yang menjadi sumber kobaran api. Berikut jenis-jenis beserta fungsinya:

APAR Powder (Bubuk Kimia)

Contoh APAR dari powder

Jenis APAR ini terbuat dari serbuk kimia atau dry chemical powder fire extinguisher, yang efektif untuk memadamkan kebakaran dengan api kelas A (bahan padat seperti kayu, kertas, dan tekstil).

Kemudian dapat pula memadamkan api kelas B (bahan cair mudah terbakar seperti bensin, minyak, dan alkohol), dan kelas C (gas yang mudah terbakar seperti LPG dan gas alam).

APAR Foam (Busa)

Contoh gambar APAR dari foam

Penggunaan APAR dengan media pemadam jenis busa, bekerja efektif untuk memadamkan jenis kebakaran dengan api kelas A dan B. Busa akan bekerja dengan memisahkan oksigen dari bahan bakar, sehingga api dapat padam.

APAR CO2 (Karbon Dioksida)

Contoh APAR dari CO2 atau Karbon Dioksida

Tabung APAR dengan bahan karbon dioksida efektif untuk memadamkan api kelas B dan kelas C. Media pemadam api dengan jenis CO2 dapat mematikan api dengan cara mengurangi tekanan kadar oksigen yang menjadi pemicu membesarnya kobaran api.

APAR Water (Air)

APAR dari air

Media APAR jenis air dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran dengan tipe A. Air tidak boleh digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas B dan C karena dapat memperparah kebakaran.

Cara penggunaan APAR

Setiap jenis APAR memiliki cara penggunaannya yang berbeda. Namun sebagai gambaran berikut cara umum menggunakan alat pemadam portabel tersebut:

  1. Tarik pin pengaman: pin pengaman ini biasanya berwarna merah dan terletak di bagian atas tabung APAR.
  2. Arahkan selang ke sumber api: pastikan selang tidak tertekuk.
  3. Tekan tuas untuk melepaskan bahan pemadam: semprotkan bahan pemadam ke arah api dengan gerakan menyapu.
  4. Jaga jarak dari api dan terus semprotkan bahan pemadam sampai api padam.
  5. Tutup katup setelah api padam.

Untuk memastikan penggunaan yang baik dan benar, Anda juga dapat mengikuti pelatihan yang selenggarakan oleh lembaga terkait, misalnya di Kantor Damkar yang terletak di berbagai kota.

Tips Memilih APAR yang Sesuai

APAR tidak termasuk dalam kategori barang yang dibatasi penjualannya kepada masyarakat umum. Alat pemadaman yang juga bisa dibawa kemana-mana ini dapat diperjualbelikan kepada perorangan, organisas, atau perusahaan. Perhatikan tips penting berikut sebelum memutuskan untuk membeli:

1. Mitigasi pontensi kebakaran

Sebelum memutuskan membeli alat pemadam api portable, Anda harus memitigasi potensi jenis kebakaran yang mungkin terjadi di tempat Anda. 

Misalnya resiko karena konsleting peralatan listrik, atau resiko kebakaran karena terdapat bahan-bahan mudah terbakar yang disimpan. 

Setelah itu pilihlah jenis APAR yang sesuai dengan klasifikasi tipe api yang sudah dijelaskan sebelumnya.

2. Hitung luas ruangan untuk penempatan APAR

Dengan mengetahui luas ruangan, Anda dapat memilih APAR dengan kapasitas yang sesuai untuk menjangkau seluruh area ruangan saat terjadi kebakaran.

Memasang tabung dengan kapasitas yang tidak sesuai dapat menyebabkan kebakaran tidak terpadamkan secara menyeluruh dan membahayakan keselamatan.

Selain itu terdapat Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenakertrans) No. 04/Men/1980, yang mengatur penggunaan alat pemadam api ringan, harus sesuai antara kapasitas dengan luas ruangan dan jenis bahaya kebakarannya.

Contoh penetapan kapasitas berdasarkan luas ruangan:

  • Ruang kantor dengan luas 10 m2, gunakan tabung 2 kg powder atau 3 kg CO2
  • Gudang penyimpanan dengan luas 50 m2, gunakan tabung 5 kg powder atau 9 kg CO2
  • Dapur restoran dengan luas 20 m2, gunakan tabung 6 kg powder atau 9 kg CO2.

3. Review merek dan reputasi produsen

Produsen yang baik akan menggunakan bahan baku berkualitas tinggi, menerapkan kontrol kualitas yang ketat, dan mengikuti standar keselamatan yang berlaku. Selain itu, mereka akan memastikan produk yang dibeli konsumen terjamin keamanannya dan terbukti dapat mematikan api.

APAR yang tidak berkualitas bisa saja tiba-tiba bocor, tidak berfungsi dengan baik, atau bahkan meledak, sehingga membahayakan keselamatan pemiliknya. 

Pastikan Anda mereview terlebih dahulu merek dan reputasi produsen untuk memastikan produk yang dibeli benar-benar berkualitas.

4. Cek sertifikat dan garansi

Sertifikat dan garansi merupakan dua hal yang penting untuk diperhatikan saat membeli dan menggunakan alat pemadam api ringan.

Kedua hal tersebut menunjukan bahwa produk tersebut telah lulus uji dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh lembaga yang berwenang.

5. Tanyakan tanggal kadaluwarsa

Bahan pemadam api yang terdapat pada APAR, seperti powder, busa, air, atau karbon dioksida, dapat mengalami penurunan kualitas seiring waktu. APAR yang kadaluarsa memiliki media pemadaman yang tidak lagi optimal dalam memadamkan kobaran api.

Umumnya masa kadaluwarsa produk APAR berkisar antara 2 sampai 5 tahun. Dengan mengetahui tanggal kadaluwarsa APAR akan membantu Anda dalam merencanakan penggantian alat tersebut sebelum masa kadaluarsanya habis. 

Selain itu Anda dapat memastikan APAR yang dimiliki sudah siap pakai dalam situasi darurat kebakaran. Kesiapsiagaan yang baik dapat menyelamatkan nyawa dan meminimalisir kerusakan akibat kebakaran.

Sekian artikel kali ini, semoga Anda mendapatkan pengetahuan yang mendalam tentang APAR. Dari menentukan jenisnya yang tepat, memahami cara kerja, hingga mengetahui pentingnya pemeriksaan dan pemeliharaan.

Ingatlah, kewaspadaan dan kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran. Dengan pengetahuan dan langkah-langkah yang tepat, Anda dapat melindungi diri dan orang lain dari bahaya kebakaran.

Mari ciptakan lingkungan yang lebih aman bersama!

Jelajahi artikel informatif lainnya seputar properti pada laman Inspirasi Dwijaya Karya!

Dwijaya Karya

Pengembang properti perumahan, apartemen, komplek komersial dan properti real estate lainnya yang terpercaya di Indonesia lebih dari 10 tahun.

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker