Blog

Pengertian Biaya IPL Apartemen dan Cara Menghitungnya

IPL apartemen merupakan salah satu komponen biaya yang harus dikeluarkan oleh penghuni apartemen setiap bulannya. Sebagai penghuni apartemen, kita perlu mengetahui apa saja landasan serta besaran tarif IPL. Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai pengertian IPL apartemen serta bagaimana cara menghitung besaran biaya IPL. 

Informasi ini sangat bermanfaat bagi Anda yang sedang memiliki rencana untuk membeli hunian apartemen, atau bagi Anda yang baru pindah dari perumahan ke unit apartemen dan membutuhkan informasi mengenai tarif IPL. Karena pemilik apartemen akan selalu akrab dengan istilah tersebut.

Apa itu biaya IPL apartemen?

IPL apartemen adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh penghuni yang tinggal di apartemen yang mencakup biaya pemeliharaan gedung atau pemeliharaan apartemen (maintenance fee), serta biaya operasional dan perawatan fasilitas didalamnya.

IPL apartemen merupakan singkatan dari Iuran Pengelolaan Lingkungan, biaya pengelolaan lingkungan untuk apartemen dapat mencakup berbagai komponen, tergantung pada kebijakan pengelola apartemen serta fasilitas yang disediakan. Namun secara umum komponen dalam IPL apartemen terdiri dari:

1. Biaya utilitas

Biaya utilitas apartemen merupakan biaya-biaya yang perlu dibayar untuk menggunakan layanan penting di dalam apartemen atau untuk tujuan perawatan lingkungan apartemen. Misalnya biaya pemeliharaan listrik, air untuk mandi dan keperluan sehari-hari, kemudian ada pula biaya perawatan AC agar suhu di dalam apartemen selalu nyaman. Jika apartemen menggunakan gas alam, biaya gas juga termasuk kedalam komponen ini. 

Selain itu, biaya ini juga mencakup biaya keamanan, biaya sampah dan fasilitas lain pada apartemen yang membutuhkan perawatan berkala setiap bulannya, termasuk lift dan eskalator.

2. Sinking fund 

Sinking fund merupakan dana cadangan yang diakumulasikan dan disisihkan secara berkala dari setiap unit apartemen. Tujuan dari sinking fund untuk memastikan bahwa terdapat dana yang cukup tersedia ketika diperlukan untuk kebutuhan yang sifatnya darurat. Misalnya penggantian atau perbaikan fasilitas vital apartemen yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan dengan segera.

Dana ini dapat membantu menciptakan stabilitas keuangan jangka panjang yang melibatkan kontribusi rutin dari pemilik unit apartemen.

3. Service charge

Komponen terakhir yang terdapat pada IPL apartemen berupa service charge. Biaya ini digunakan untuk membiayai kegiatan yang terkait dengan pengoperasian apartemen. Contohnya biaya untuk membayar gaji karyawan yang terlibat dalam kegiatan operasional apartemen yang mencakup upah untuk tukang parkir, satpam, petugas kebersihan, resepsionis, biaya administrasi, biaya perizinan, teknisi, dan staf lainnya.

Dasar hukum Iuran Pengelolaan Apartemen (IPL)

Pemungutan IPL sudah memiliki dasar hukum yang diatur dalam undang-undang. Jadi penetapan IPL tidak ditentukan sepihak dari pengelola gedung apartemen saja.

Pemungutan ini sudah diatur pada Pasal 57 UU Rusun, UU No.20 / 2011 tentang Rumah Susun, dan Peraturan Pemerintah No 4/1988 tentang Rumah Susun. Berikut bunyi pasal 57 yang dimaksud:


Pasal 57
  1. Dalam menjalankan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (2), pengelola berhak menerima sejumlah biaya pengelolaan.
  2. Biaya pengelolaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibebankan kepada pemilik dan penghuni secara proporsional.
  3. Biaya pengelolaan rumah susun umum sewa dan rumah susun khusus milik pemerintah dapat disubsidi pemerintah.
  4. Besarnya biaya pengelolaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung berdasarkan kebutuhan nyata biaya operasional, pemeliharaan, dan perawatan.
  5. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penghitungan besarnya biaya pengelolaan diatur dalam peraturan menteri yang membidangi bangunan gedung.

Besar kecilnya tarif IPL dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk luas unit apartemen yang dihuni. Anda juga perlu memastikan atau memeriksa perjanjian sewa Anda untuk mengetahui detail biaya apa saja yang diatur dalam perjanjian untuk mempermudah pengeloaan anggaran keuangan.

Bagaimana cara menghitung IPL apartemen?

Perhitungan biaya IPL yang harus dibayarkan perbulan ditentukan oleh pihak pengelola dan penghuni apartemen yang biasanya tergabung kedalam Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS). Kemudian, jumlah besaran iuran IPL per meter persegi akan tertuang dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Proses penetapan IPL juga seharusnya dilakukan secara terbuka kepada pemilik apartemen dan pengelola, sehingga nilainya dapat langsung dipastikan secara sah.

Namun, bagaimana sih sebenarnya cara menghitung biaya IPL apartemen? Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) dihitung berdasarkan ukuran area dari unit apartemen yang dimiliki. Semakin besar luasnya maka akan semakin tinggi pula biaya IPL yang harus dibayarkan. Berikut ini contoh perhitungannya:

Pak Albert memiliki satu apartemen tipe studio dengan luas 28 m². Tarif IPL per meter yang tercantum dalam PPJB sebesar Rp30.000. Rumus yang digunakan adalah IPL apartemen per meter x luas unit, maka Rp30.000 x 28 = Rp840.000. Besarnya biaya IPL yang harus dikeluarkan oleh Pak Albert dalam sebulan adalah sebesar Rp.840.000.

Daftar lengkap biaya bulanan tinggal di apartemen

Jika sebelumnya kita sudah membahas mengenai cara perhitungan biaya IPL apartemen. Selanjutnya kita akan membahas seputar apa saja biaya yang harus Anda keluarkan setiap bulan ketika tinggal di apartemen serta perkiraan nominalnya. 

Sehingga ketika Anda memutuskan untuk membeli apartemen atau sewa, Anda bisa memperkirakan kebutuhan anggaran biaya hidup per bulan untuk pindah ke apartemen.

Nominal biaya tinggal di apartemen relatif berbeda di setiap lokasi, faktornya bisa dipengaruhi oleh berapa meter persegi luas unit apartemen yang dihuni, atau dapat juga dipengaruhi oleh gaya hidup penghuninya. 

Apa saja komponen biaya bulanan apartemen yang harus Anda keluarkan? Berikut penjelasannya.

Sinking Fund

Sinking fund merupakan biaya kas wajib para penghuni apartemen yang fungsinya sebagai dana cadangan atau dana darurat pengelolaan gedung apartemen.

Pada beberapa pengelola, biaya ini biasanya sudah dimasukan kedalam komponen Iuran Pengelolaan Lingkungan. Nominalnya juga berbeda di setiap apartemen, namun umumnya berada pada kisaran Rp100.000 s.d Rp300.000 per bulan. 

Biaya listrik

Biaya listrik dan air berbeda dengan biaya pemeliharan listrik dan air pada komponen iuran IPL. Biaya listrik yang dimaksud disini berupa biaya tagihan listrik atas konsumsi daya yang digunakan setiap bulannya. Nominalnya berbeda-beda tergantung pemakaian alat elektronik yang digunakan.

Biaya air

Biaya ini sifatnya sama dengan listrik yakni berdasarkan jumlah konsumsi penghuni properti tersebut setiap bulannya. Pada apartemen tertentu, tagihan air dapat terbagi dua dengan rincian biaya berupa biaya air minum dan air bersih.

Biaya Wi-Fi

Umumnya apartemen di kota-kota besar sudah bekerja sama dengan provider untuk menyediakan layanan pemasangan jaringan internet. Penghuni tinggal membayar jasa pasang serta membayar tagihannya setiap bulan sesuai paket pemakaian.

Biaya laundry

Karena keterbatasan lahan untuk menjemur pakaian, lingkungan apartemen juga biasanya menyediakan layanan laundry. Tarif laundry berbeda-beda namun umumnya berada pada kisaran Rp7.000 – Rp12.000 per kilogram.

Biaya parkir

Biaya parkir kendaraan di apartemen dapat bervariasi tergantung pada kebijakan manajemen apartemen, lokasi, dan fasilitas yang disediakan. 

Beberapa apartemen menyediakan tempat parkir gratis untuk penghuninya, sementara yang lain mungkin mengenakan biaya bulanan atau tahunan. Biaya parkir untuk motor biasanya berkisar Rp50.000 per bulan, sedangkan mobil sebesar Rp150.000 per bulan.

Rincian perhitungan biaya tinggal di apartemen

Setelah membaca mengenai biaya IPL dan daftar biaya lainnya yang harus dibayarkan. Selanjutnya kita rinci biaya-biaya tersebut sehingga Anda akan mengetahui perkiraan anggaran yang harus disiapkan setiap bulannya.

Adapun rinciannya sebagai berikut:

Nama Biaya
Nominal (Rupiah)
Biaya IPL 28 m² (Tarif Rp30.000)
840.000
Sinking fund
300.000
Biaya penggunaan listrik
350.000
Biaya penggunaan air
165.000
Biaya internet
325.000
Biaya laundry
84.000
Biaya parkir
150.000
Total
2.214.000

Dari daftar diatas, maka total biaya tinggal di apartemen yang harus dibayar mencapai Rp2.214.000 per bulan. Jumlah biaya tersebut dapat berbeda-beda disetiap wilayah karena dipengaruhi oleh banyak faktor.

Nah! Demikian informasi mengenai biaya-biaya bulanan yang harus dibayarkan ketika Anda tinggal di apartemen.

Banyak orang memilih untuk tinggal di apartemen karena alasan kepraktisan serta lokasinya yang strategis. Meski demikian, Anda perlu mengetahui dan mempertimbangkan biaya-biaya yang menyertainya karena apartemen memiliki cost bulanan yang harus dikeluarkan, termasuk salah satunya IPL apartemen. 

Dengan memiliki informasi tersebut diharapkan Anda mempunyai perencanaan keuangan yang matang ketika tinggal di sebuah hunian apartemen.

Jika Anda sedang mencari hunian apartemen, Dwijaya Karya Development memiliki beberapa produk apartemen di wilayah modern dan mandiri BSD City. Proyek apartemen yang dikelola Dwijaya Karya Group terdiri dari Apartemen Akasa Pure Living, Serpong Greenview dan yang terbaru Apartemen SOHO Upper West.

Segera miliki hunian apartemen di BSD Serpong dan dapatkan promo menariknya!

Dwijaya Karya

Pengembang properti perumahan, apartemen, komplek komersial dan properti real estate lainnya yang terpercaya di Indonesia lebih dari 10 tahun.

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker