Blog

Mengenal Istilah Topping Off Dalam Bidang Konstruksi Properti

Beberapa waktu yang lalu proyek apartemen Upper West BSD City yang dikembangkan oleh Dwijaya Karya Development bersama dengan Sinar Mas Land sudah mencapai tahap topping off.

Apa itu topping off? Mungkin beberapa dari Anda sudah pernah mendengar istilah tersebut. Untuk menambah pengetahuan mengenai kamus istilah dalam dunia properti, yuk kita cari tahu lebih dalam mengenai salah satu istilah properti tersebut. Simak penjelasannya pada artikel kali ini ya.

Apa itu Topping Off?

Istilah topping off adalah proses penyelesaian atau tahapan akhir dari suatu proses konstruksi gedung, misalnya dalam pembangunan apartemen, hotel, perkantoran, atau bahkan rumah. Biasanya, tahap ini ditandai dengan penempatan elemen terakhir dari struktur bangunan, seperti penyelesaian atap pada gedung.

Lebih dari sekadar penanda, momen ini melambangkan pencapaian krusial dalam perjalanan pembangunan, mengantarkan proyek properti menuju tahap penyelesaian akhir.

Makna, Tujuan, dan Peran Topping Off dalam Dunia Konstruksi

Makna, tujuan, dan peran topping off sangatlah penting dan memiliki dampak yang signifikan. Berikut adalah beberapa hal yang menjelaskan makna dan peran tersebut:

1. Simbol kemajuan dan kesuksesan

Penyelesaian struktur atap menandakan bahwa kerangka utama bangunan telah kokoh berdiri. Hal ini menjadi bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tim arsitek, insinyur, dan para pekerja lain yang terlibat dalam proyek. Topping off menjadi momen perayaan atas pencapaian signifikan ini, menumbuhkan optimisme dan semangat untuk menyelesaikan sisa pekerjaan.

2. Titik balik menuju penyelesaian akhir

Dengan struktur atap terpasang, fokus pembangunan beralih ke penyelesaian interior dan eksterior. Pemasangan instalasi listrik, pipa, dan elemen estetika bangunan mulai dilakukan. Momen ini menjadi tonggak dimulainya fase akhir proyek, di mana visi arsitek mulai terwujud menjadi kenyataan.

3. Meningkatkan keamanan konstruksi

Sebelum topping off dilakukan, biasanya dilakukan pemeriksaan keselamatan untuk memastikan bahwa struktur bangunan telah dibangun dengan benar dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku. Ini membantu dalam menjaga keamanan pekerja konstruksi dan orang lain yang mungkin berada di sekitar area.

4. Momen penting untuk stakeholder

Bagi pemilik properti, topping off menghadirkan rasa lega dan kepastian. Mereka dapat mulai membayangkan bagaimana hunian atau properti komersial mereka akan terlihat dan kapan mereka dapat menikmatinya. Bagi investor atau developer properti momen ini menjadi indikator kemajuan dan potensi keuntungan investasi mereka.

5. Dampak ekonomi dan sosial

Penyelesaian proyek pembangunan tidak hanya berdampak positif terhadap proyek properti yang akan dijual, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Lapangan kerja tercipta, bisnis lokal mendapatkan peluang baru, dan nilai properti di sekitar area pembangunan pun meningkat. Topping off juga menandakan kemajuan infrastruktur dan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.

6. Meningkatkan citra dan kepercayaan

Tahap topping off dapat meningkatkan citra dan kepercayaan terhadap proyek tersebut khususnya kepada calon konsumen. Selain itu, keberhasilan ini juga dapat menunjukkan kepada pemangku kepentingan bahwa proyek berjalan sesuai jadwal dan dapat selesai dengan baik sesuai komitmen.

Tradisi Acara Topping Off Ceremony

Topping off ceremony merupakan upacara penting dalam dunia konstruksi yang menandai penyelesaian struktur atau rangka utama dari suatu pembangunan proyek. Dalam upacara ini, struktur gedung sudah mencapai titik tertinggi dan elemen terakhir dari kerangka bangunan telah dipasang, seperti atap atau elemen dekoratif khusus seperti bendera dan lain-lain.

Tradisi ini biasanya diadakan sebagai bentuk rasa syukur serta merayakan kemajuan yang dicapai dalam proyek pembangunan. Selain itu momen ini juga menjadi momen penghargaan kepada seluruh tim proyek yang telah berkontribusi. Mulai dari pemilik proyek, developer properti, kontraktor, dan seluruh pihak terkait lainnya dalam merayakan pencapaian ini bersama-sama.

Acara seremonial ini juga sering dimanfaatkan sebagai sarana promosi kepada agen properti dan marketing, atau dapat pula dengan mengundang media untuk meliput yang dapat menarik minat publik terhadap proyek properti tersebut.

Melalui upacara ini, pengembang dapat mengkomunikasikan kemajuan pembangunan kepada calon pembeli, investor, dan masyarakat umum.

Sejarah Topping Off Ceremony

Momen yang sering disebut pula sebagai topping out ceremony tersebut ternyata memilik sejarah yang panjang. Riwayat perayaan ini bisa ditelusuri kembali ke masa lalu, dengan akarnya yang berkembang di berbagai budaya dan negara di seluruh dunia. Meskipun asal usul pastinya tidak selalu jelas, namun banyak catatan riwayat yang menunjukkan bahwa tradisi ini telah ada sejak zaman kuno.

Salah satu contoh awal dapat ditemukan di Skandinavia kuno. Di sana, momen tersebut akan dirayakan melalui “teriakan atap ” yang meriah. Tradisi ini dianggap sebagai ungkapan syukur kepada dewa-dewa atas keberhasilan dalam pembangunan sebuah konstruksi, serta sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih terhadap kerja keras para pekerja.

Di negara lain, seperti Selandia Baru, kegiatan seremonial seperti ini telah menjadi bagian penting dari strategi pemasaran dan hubungan masyarakat. Pengembang properti menjadikan momen tersebut sebagai acara humas untuk media, menampilkan pencapaian penting dalam proyek mereka kepada masyarakat luas.

Tradisi serupa juga ditemukan di berbagai budaya lain di seluruh dunia. Misalnya, di Amerika Serikat, topping out ceremony sering kali dilakukan dengan cara menempatkan pohon atau cabang berdaun di atas struktur utama gedung yang telah selesai dibangun. Prosesi tersebut dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran bagi gedung tersebut dan mereka yang akan tinggal atau bekerja di dalamnya.

Selain itu, di beberapa tempat, topping out ceremony juga melibatkan penggunaan bendera dan pita yang diikatkan di atas struktur bangunan, menambahkan sentuhan seremonial dan kebanggaan nasional pada acara tersebut.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan budaya, topping out ceremony terus beradaptasi dan berkembang. Namun, esensi dan makna dari tradisi ini tetap utuh, menjadikannya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari catatan dan budaya dunia konstruksi bangunan.

Contoh Proses Upacara Topping Off oleh Dwijaya Karya Development

Berikut momen acara perayaan topping off yang pernah dilaksanakan oleh Dwijaya Karya Development dan Sinar Mas Land untuk proyek Tower Kamaya di Apartemen Akasa Pure Living BSD City. 

Topping off ceremony Tower Kamaya BSD

Kegiatan seremoni tersebut dihadiri oleh Anna Budiman, CEO Commercial BSD City – Sinar Mas Land, bersama dengan James Wijaya dan Eric Wijaya, Direktur dari PT Dwijaya Karya Development, serta Nurhadi Lie, Commercial BSD Division Head – Sinar Mas Land, Chandra Sugiarto, JV Project BSD Division Head – Sinar Mas Land, Eddy Wikanta, Vice President Director – NRC, dan Tommy Gunawan Tjhong, CSPL.

Sekian artikel kali ini, semoga informasi yang Anda temukan pada konten ini dapat memberikan manfaat. Yuk baca informasi mengenai istilah-istilah dalam dunia property lainnya hanya di halaman Inspirasi

Dwijaya Karya

Pengembang properti perumahan, apartemen, komplek komersial dan properti real estate lainnya yang terpercaya di Indonesia lebih dari 10 tahun.

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker