Tips & Triks

5 Tips untuk Merancang dan Membangun Rumah Mungil

Rumah mungil telah menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir diberbagai belahan negara, karena harga rumah terus naik, hal tersebut adalah cara untuk hidup lebih sederhana dan ekonomis, rumah mungil menawarkan cara hidup yang lebih fleksibel. Seiring popularitas dan kebutuhan akan rumah mungil semakin lazim, perlu diketahui untuk merancang rumah mungil ada beberapa tips yang harus kamu ketahui, simak selengkapnya di bawah ini :

1. Periksa Peraturan yang Berada di Daerah sebelum Anda Mulai Merancang

Seringkali, rumah-rumah kecil dibangun di atas trailer untuk menghilangkan kebutuhan izin bangunan. Di AS dan Australia, sebagian besar rumah kecil memiliki roda sehingga mereka dapat diklasifikasikan sebagai campervan dan bukan rumah kecil secara ilegal. Namun, undang-undang setempat dapat bervariasi sehingga penting untuk memeriksanya sebelum Anda mulai mendesain. Ini juga akan membantu dalam menentukan ukuran rumah mungil Anda, serta apakah ada peraturan tentang bahan tertentu atau di mana Anda dapat meletakkannya.

2. Rencana yang Baik adalah Bangunan yang Baik

Perencanaan pembangunan apapun penting, tetapi ini terutama berlaku dalam hal rumah-rumah kecil, di mana setiap sentimeter persegi ruang penting. Dengan perencanaan yang cermat dan cerdas, sebuah rumah mungil seluas 20 meter persegi bisa terasa jauh lebih besar dan lebih nyaman untuk ditinggali. Salah satu cara utama untuk mencapai ini adalah melalui penggunaan pintu geser, menghilangkan ruang yang diambil oleh ayunan dari pintu tradisional; sebenarnya, penting untuk menyingkirkan semua pintu yang tidak perlu, untuk membuka ruang terbatas. Cara lain untuk menciptakan lingkungan yang lebih luas adalah dengan memaksimalkan ruang jendela (meskipun hati-hati terhadap masalah isolasi). Dengan menghadirkan cahaya alami dan pemandangan ke luar, memungkinkan penghuninya merasa seolah-olah bagian luarnya merupakan perpanjangan dari rumah mungil itu.

3. Gunakan Design Inovatif

Kesalahan yang sering dilakukan adalah menghubungkan “rumah mungil” dengan “ruang mungil”, Dengan mengecilkan ukuran kamar mandi atau ukuran tempat tidur terlalu luas, itu sangat mempengaruhi kualitas ruang tamu. Cara yang lebih baik untuk membahas berbagai hal adalah dengan mengeksplorasi multifungsi, menanyakan apakah masing-masing perabot bisa memiliki banyak kegunaan, seperti tempat tidur penyimpanan, atau rak buku yang berubah menjadi meja. Adaptasi ruang juga dapat meluas ke arsitektur itu sendiri, dengan dinding yang dapat disesuaikan ditarik menjadi tempat duduk, dan ditempatkan kembali ketika tidak digunakan. Kemungkinannya tidak terbatas, dan potensi rumah mungil dapat diperluas melalui arsitektur inovatif

4. Jangan Lupa Membangun Atap

Penting untuk mempertimbangkan fondasi ketika mendesain rumah mungil. Pertanyaan pertama adalah apakah Anda ingin rumah dengan design celling tinggi? Daya tarik ini, adalah alasan utama mengapa sebagian besar rumah kecil dibangun di atas trailer. Namun, ada juga cara lain untuk membangun rumah mungil, seperti di atas selip, panggung, atau tiang dan balok atau fondasi pelat beton. Penting untuk meneliti fondasi terbaik untuk digunakan agar sesuai dengan kebutuhan rumah mungil Anda. Atap adalah bagian penting lain dari desain yang tidak dapat diabaikan. Misalnya, atap yang datar dapat menyebabkan masalah di mana puing-puing dan air dapat menumpuk. Desain atap menjadi lebih penting jika Anda tinggal di bagian dunia dengan hujan salju dan harus mempertimbangkan bobot salju  dan jika rumah mungil Anda dapat diangkut, Anda mungkin ingin mempertimbangkan seluruh rentang lingkungan yang mungkin ditemui.

5. Pikirkan Diluar Kotak untuk Materi

Rumah-rumah kecil sering dibuat dengan bahan bekas atau daur ulang untuk mengurangi biaya dan menjadi lebih ramah lingkungan. Arsitek menjadi semakin inovatif dalam penggunaan bahan daur ulang, jadi pikirkan di luar kotak saat mendesain rumah mungil Anda. Setiap pilihan bahan penting, karena rumah sangat kecil sehingga setiap permukaan harus diperhitungkan. Kaca disebutkan sebelumnya sebagai elemen penting untuk memperluas ruang, sehingga pilihan kaca sangat penting. Tergantung pada iklim di mana Anda ingin membangun rumah mungil itu, penting untuk menyelidiki kualitas termal dari berbagai produk kaca. Dengan sekitar 40% energi rumah tangga yang digunakan untuk pemanasan dan pendinginan, penggunaan bahan dan desain pasif dapat menurunkan biaya energi secara substansial.

 

Dwijaya Karya

Pengembang properti perumahan, apartemen, komplek komersial dan properti real estate lainnya yang terpercaya di Indonesia lebih dari 10 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker